Relasi
Relasi merupakan sebuah tabel yang terdiri dari beberapa kolom dan beberapa baris. Relasi menunjukkan adanya hubungan diantara sejumlah entitas yang berasal dari himpunan entitas yang berbeda. Entitas merupakan individu yang mewakili sesuatu yang nyata dan dapat dibedakan dengan yang lainnya.
Atribut
Atribut merupakan kolom pada sebuah relasi. Setiap entitas pasti memiliki aribut yang mendeskripsikan karakter dari entitas tersebut. Penentuan atau pemilihan atribut-atribut yang relevan bagi sebuah entitas merupakan hal penting dalam pembentukan model data.
Tuple
Tuple merupakan baris pada sebuah relasi atau kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan menginformasikan tentang suatu entitas secara lengkap. Satu record mewakili satu data atau informasi tentang seseorang, misalnya : NPM, nama mahasiswa, alamat, kota, dll.
Domain :
Kumpulan nilai yang valid untuk satu atau lebih atribut
Derajat (degree) :
Jumlah atribut dalam sebuah relasi
Cardinality :
Jumlah tupel dalam sebuah relasi
Relational Key Super key Satu atribut / kumpulan atribut yang secara unik mengidentifikasi sebuah tuple di dalam relasi Candidate key Suatu atribut atau satu set minimal atribut yang mengidentifikasikan secara unik suatu kejadian spesifik dari entitas. Atribut di dalam relasi yang biasanya mempunyai nilai unik. Satu set minimal dari atribut menyatakan secara tak langsung dimana kita tidak dapat membuang beberapa atribut dalam set tanpa merusak kepemilikan yang unik. Primary key Merupakan satu atribut atau satu set minimal atribut yang tidak hanya mengidentifikasikan secara unik suatu kejadian spesifik, tapi juga dapat mewakili setiap kejadian dari suatu entitas. Candidate key yang dipilih untuk mengidentifikasikan tuple secara unik dalam relasi. Setiap kunci candidate key punya peluang menjadi primary key, tetapi sebaiknya dipilih satu saja yang dapat mewakili secara menyeluruh terhadap entitas yang ada.
Alternate key Merupakan candidate key yang tidak dipakai sebagai primary key atau Candidate key yang tidak dipilih sebagai primary key. Foreign key (Kunci Tamu) Atribut dengan domain yang sama yang menjadi kunci utama pada sebuah relasi tetapi pada relasi lain atribut tersebut hanya sebagai atribut biasa. Kunci tamu ditempatkan pada entitas anak dan sama dengan primary key induk direlasikan.
Selasa, 20 April 2010
Minggu, 28 Maret 2010
BAB I
1.1 Latar Belakang Masalah
Inovasi di dalam teknologi telekomunikasi berkembang dengan cepat dan selaras dengan perkembangan karakteristik masyarakat modern yang memiliki mobilitas tinggi, mencari layanan yang fleksibel, serba mudah dan memuaskan serta mengejar efisiensi di segala aspek.
Kebutuhan akan sistem untuk pengendalian jarak jauh semakin meningkat sejalan dengan era globalisasi dimana perpindahan dan pergerakan manusia semakin luas dan cepat. Semakin banyak kebutuhan itu memaksa semua orang untuk mengerjakan pekerjaan dengan waktu dan langkah yang mudah tanpa harus berpindah tempat, dan mengefisiensi waktu yang dibutuhkan. Data yang dibutuhkan harus cepat terkirim dan diolah sesuai keinginan personal individu, tanpa harus berpindah, mengambil dan meng-copy data yang dibutuhkan tersebut ke tempat sumber data yang ada. Sehingga semua data yang ada dapat diolah dengan mudah dan cepat tanpa harus membuang banyak waktu dan berpindah tempat.
Setiap proses transmisi data seharusnya menjadi mudah dan efisien dalam pengerjaannya. Disisi lain kebutuhan akan akses data itu terhalangi oleh adanya jarak dan waktu, terkadang kita membutuhkan akses informasi yang kita butuhkan berada di tempat yang berbeda.
Teknologi jaringan komputer merupakan solusi yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi fix-point to point dan biaya, serta menjadi model fleksibel multi point to multi point.
Hal inilah yang menimbulkan gagasan untuk menggabungkan beberapa komputer tersebut ke dalam suatu sistem jaringan, yang mana masing-masing komputer dapat mengakses data dari komputer lain tanpa harus berpindah tempat ke tempat lain. Konsep ini menjadi dasar terbentuknya jaringan yang disebut dengan Local Area Network (LAN).
1.2 Masalah dan Pembatasan Masalah
Masalah yang penulis ingin kemukakan pada penulisan ilmiah ini adalah mengenai sistem switch, cara pentransmisian data melalui switch, dan fungsi switch dalam koneksi jaringan antara dua computer atau lebih menggunakan switch.
Pembatasan masalah dalam penulisan ini mengenai fungsi serta cara pentransmisian data antar computer melalui switch.
1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan penulis melakukan penulisan ilmiah ini memberikan informasi tentang koneksi jaringan antara dua buah computer atau lebih melalui switch menggunakan kabel UTP dan Ethernet.
Lebih jauh memahami sebuah koneksi jaringan Local Area Network (LAN) yaitu melalui switch. Karena dengan menggunakan switch memiliki kecepatan transmisi data yang cukup tinggi.
1.4 Metode Penelitian
Pada penulisan ilmiah ini penulis menggunakan beberapa metode penelitian sebagai panduan dalam melakukan penelitian dan pengujian koneksi jaringan melalui switch penulis memperoleh sumber data atau informasi melakukan observasi pada sebuah lingkungan yang memiliki sebuah komunitas jaringan computer di daerah Depok. Dan dibutuhkan hardware seperangkat computer dengan spesifikasi minimum sebagai berikut :
§ 1,8 GHz CPU
§ 1 GB RAM
§ 1024x768 display
§ 5400 RPM hard disk
Membutuhkan software-sotware untuk membangun sebuah jaringan Local Area Network(LAN) yaitu sebagai berikut :
§ Windows server 2000
§ Vmware versi 5.0
1.5 Sistematika Penulisan
Sebagai gambaran ringkasan pokok pembahasan ini penulis menguraikan dalam IV bab, dengan sisitematika penulisan sebagai berikut :
Bab I : Pendahuluan
Menguraikan secara umum latar belakang masalah,batasan masalah, tujuan penulisan, metode penulisan dan sistematika penulisan.
Bab II : Landasan Teori
Membahas tentang pemahaman topologi jaringan, switch, ethernet card, kabel utp, RG 45, dan sebuah windows server 2000. Yang dibutuhkan untuk memaintanance jaringan komputer ini.
Bab III : Pembahasan
Bab ini berisi tentang terbentuknya sebuah jaringan local area network(LAN) dengan menggunakan server windows 2000.
Bab IV : Penutup
Pada bab ini disampaikan kesimpulan pada pembahasan yang telah dilakukan. Dikemukakan juga beberapa saran yang mungkin dapat dipertimbangkan dan dimanfaatkan unutk memperbaiki kekurangan yang ada.
Inovasi di dalam teknologi telekomunikasi berkembang dengan cepat dan selaras dengan perkembangan karakteristik masyarakat modern yang memiliki mobilitas tinggi, mencari layanan yang fleksibel, serba mudah dan memuaskan serta mengejar efisiensi di segala aspek.
Kebutuhan akan sistem untuk pengendalian jarak jauh semakin meningkat sejalan dengan era globalisasi dimana perpindahan dan pergerakan manusia semakin luas dan cepat. Semakin banyak kebutuhan itu memaksa semua orang untuk mengerjakan pekerjaan dengan waktu dan langkah yang mudah tanpa harus berpindah tempat, dan mengefisiensi waktu yang dibutuhkan. Data yang dibutuhkan harus cepat terkirim dan diolah sesuai keinginan personal individu, tanpa harus berpindah, mengambil dan meng-copy data yang dibutuhkan tersebut ke tempat sumber data yang ada. Sehingga semua data yang ada dapat diolah dengan mudah dan cepat tanpa harus membuang banyak waktu dan berpindah tempat.
Setiap proses transmisi data seharusnya menjadi mudah dan efisien dalam pengerjaannya. Disisi lain kebutuhan akan akses data itu terhalangi oleh adanya jarak dan waktu, terkadang kita membutuhkan akses informasi yang kita butuhkan berada di tempat yang berbeda.
Teknologi jaringan komputer merupakan solusi yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi fix-point to point dan biaya, serta menjadi model fleksibel multi point to multi point.
Hal inilah yang menimbulkan gagasan untuk menggabungkan beberapa komputer tersebut ke dalam suatu sistem jaringan, yang mana masing-masing komputer dapat mengakses data dari komputer lain tanpa harus berpindah tempat ke tempat lain. Konsep ini menjadi dasar terbentuknya jaringan yang disebut dengan Local Area Network (LAN).
1.2 Masalah dan Pembatasan Masalah
Masalah yang penulis ingin kemukakan pada penulisan ilmiah ini adalah mengenai sistem switch, cara pentransmisian data melalui switch, dan fungsi switch dalam koneksi jaringan antara dua computer atau lebih menggunakan switch.
Pembatasan masalah dalam penulisan ini mengenai fungsi serta cara pentransmisian data antar computer melalui switch.
1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan penulis melakukan penulisan ilmiah ini memberikan informasi tentang koneksi jaringan antara dua buah computer atau lebih melalui switch menggunakan kabel UTP dan Ethernet.
Lebih jauh memahami sebuah koneksi jaringan Local Area Network (LAN) yaitu melalui switch. Karena dengan menggunakan switch memiliki kecepatan transmisi data yang cukup tinggi.
1.4 Metode Penelitian
Pada penulisan ilmiah ini penulis menggunakan beberapa metode penelitian sebagai panduan dalam melakukan penelitian dan pengujian koneksi jaringan melalui switch penulis memperoleh sumber data atau informasi melakukan observasi pada sebuah lingkungan yang memiliki sebuah komunitas jaringan computer di daerah Depok. Dan dibutuhkan hardware seperangkat computer dengan spesifikasi minimum sebagai berikut :
§ 1,8 GHz CPU
§ 1 GB RAM
§ 1024x768 display
§ 5400 RPM hard disk
Membutuhkan software-sotware untuk membangun sebuah jaringan Local Area Network(LAN) yaitu sebagai berikut :
§ Windows server 2000
§ Vmware versi 5.0
1.5 Sistematika Penulisan
Sebagai gambaran ringkasan pokok pembahasan ini penulis menguraikan dalam IV bab, dengan sisitematika penulisan sebagai berikut :
Bab I : Pendahuluan
Menguraikan secara umum latar belakang masalah,batasan masalah, tujuan penulisan, metode penulisan dan sistematika penulisan.
Bab II : Landasan Teori
Membahas tentang pemahaman topologi jaringan, switch, ethernet card, kabel utp, RG 45, dan sebuah windows server 2000. Yang dibutuhkan untuk memaintanance jaringan komputer ini.
Bab III : Pembahasan
Bab ini berisi tentang terbentuknya sebuah jaringan local area network(LAN) dengan menggunakan server windows 2000.
Bab IV : Penutup
Pada bab ini disampaikan kesimpulan pada pembahasan yang telah dilakukan. Dikemukakan juga beberapa saran yang mungkin dapat dipertimbangkan dan dimanfaatkan unutk memperbaiki kekurangan yang ada.
Selasa, 16 Februari 2010
1. Latar Belakang Masalah
Saat ini semakin banyak tempat bimbingan belajar yang menawarkan program Test Try Out kepada siswa yang akan menghadapi Ujian Akhir Nasional agar dapat mempreoleh hasil yang maksimal saat ujian. Namun pada umumnya biaya belajar di tempat bimbingan belajar itu sangat mahal, sehingga tidak semua siswa dapat mengikuti kegiatan tersebut.
Untuk mempermudah hal tersebut, pihak sekolah harus mempunyai satu cara agar setiap siswa dapat mengikuti Test Try Out tanpa mengeluarkan banyak biaya yang dapat memberatkan siswa dan orang tuanya. Salah satu cara untuk menghadapi masalah di atas adalah dengan membuat jam belajar tambahan untuk Test Try Out setiap selesai jam pelajaran sekolah.
Untuk lebih mendukung program belajar tambahan Test Try Out tersebut,penulis mencoba untuk membuat aplikasi Test Try Out yang dapat mengefisienkan waktu pemeriksaan, biaya, dan pengerjaan soal.
Dengan menggunakan aplikasi ini, diharapkan bisa lebih meningkatkan ketelitian pemeriksaan soal dan dapat menghemat biaya penyelenggaraan.
Menurut pengamatan penulis sudah banyak sekolah yang menggunakan PC minimal setaraf prosesor 300 MHz dilaboratorium komputernya, maka penulis mencoba membuat aplikasi ini dilingkungan Windows, sehingga aplikasi ini dapat berjalan dengan efektif dan efisien.
Saat ini semakin banyak tempat bimbingan belajar yang menawarkan program Test Try Out kepada siswa yang akan menghadapi Ujian Akhir Nasional agar dapat mempreoleh hasil yang maksimal saat ujian. Namun pada umumnya biaya belajar di tempat bimbingan belajar itu sangat mahal, sehingga tidak semua siswa dapat mengikuti kegiatan tersebut.
Untuk mempermudah hal tersebut, pihak sekolah harus mempunyai satu cara agar setiap siswa dapat mengikuti Test Try Out tanpa mengeluarkan banyak biaya yang dapat memberatkan siswa dan orang tuanya. Salah satu cara untuk menghadapi masalah di atas adalah dengan membuat jam belajar tambahan untuk Test Try Out setiap selesai jam pelajaran sekolah.
Untuk lebih mendukung program belajar tambahan Test Try Out tersebut,penulis mencoba untuk membuat aplikasi Test Try Out yang dapat mengefisienkan waktu pemeriksaan, biaya, dan pengerjaan soal.
Dengan menggunakan aplikasi ini, diharapkan bisa lebih meningkatkan ketelitian pemeriksaan soal dan dapat menghemat biaya penyelenggaraan.
Menurut pengamatan penulis sudah banyak sekolah yang menggunakan PC minimal setaraf prosesor 300 MHz dilaboratorium komputernya, maka penulis mencoba membuat aplikasi ini dilingkungan Windows, sehingga aplikasi ini dapat berjalan dengan efektif dan efisien.